LAPORAN PRATIKUM METABOLISME
UJI LEMAK
UJI LEMAK
“Percobaan SALKOWSKI”
Kelompok
: 3
1. Dinda
Maulida Azkiya Ilma (13030654050)
2. Nur
Jannatin (13030654060)
3. Fidya
Amelia (13030654061)
4. Moh.
Sholahuddin Ghozal (13030654068)
5. Winda
Nur Ainun (13030654081)
Pendidikan
IPA B 2013
S1 PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2015
ABSTRAK
Percobaan
pada tanggal 22 Mei 2015 yang berjudul “Percobaan SALKOWSKI” yang bertujuan
untuk menyelidiki dan mengamati pengaruh penambahan H2SO4
terhadap 0,5% larutan kolsterol yang terdapat dalam makanan. Matode yang kami
gunakan yaitu 0,5% larutan kolesterol yang terdapat dalam makanan kuning telur
dan margarine sebanyak 2 ml ditambahkan dengan larutan H2SO4
dan diamatai perubahan warna yang dihasilkan dari pencampuran tersebut. Hasil
percobaan ini menyatakan bahwa margarin dan kuning telur mengandung lemak
dengan indikasi bahwa perubahan warna yang dihasilkan adalah kuning tua yang
berada pada bagian bawah. Dari pencampuran tersebut dihasilkan tiga lapisan,
secara berurutan dari lapisan paling atas yaitu tidak berwarna, merah bata, dan
kuning tua untuk margarine, untuk kuning telur secara berurutan dari lapisan
paling atas yaitu kuning jernih, merah dan kuning tua.
Kata kunci : Percobaan Salkowski, kuning telur,
margarine, H2SO4
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Makanan yang dikonsumsi oleh
manusia selain mengandung karbohidrat, protein, dan nutrisi yang lain juga
mengandung lemak. Lemak merupakan salah satu sumber utama energi dan mengandung
lemak esensial. Namun konsumsi lemak berlebihan dapat merugikan kesehatan,
misalnya kolesterol dan lemak jenuh. Dalam berbagai makanan, komponen lemak
memegang peranan penting yang menentukan karakteristik fisik keseluruhan,
seperti aroma, tekstur, rasa dan penampilan. Karena itu sulit untuk menjadikan
makanan tertentu menjadi rendah akan lemak (low fat), karena jika lemak
dihilangkan, salah satu karakteristik fisik menjadi hilang. Lemak juga
merupakan target untuk oksidasi, yang menyebabkan pembentukan rasa tak enak dan
produk menjadi berbahaya. Bahan yang akan diidentifikasi dalam percobaan
Salkowski ini adalah kuning telur dan margarine.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas,
maka dapat diambil suatu rumusan masalah yaitu : “Bagaimana pengaruh penambahan
H2SO4 terhadap makanan yang mengandung kolesterol?”
C.
Tujuan
Adapun tujuan dari percobaan ini
adalah : untuk menyelidiki dan mengamati pengaruh penambahan H2SO4
terhadap makanan (mengandung 0,5% larutan kolesterol).
D.
Hipotesis
Adapun hipotesis yang dapat kami
buat, yaitu Jika larutan kolesterol dalam kloroform ditambahkan dengan larutan
H2SO4, maka akan terjadi perubahan warna dalam lapisan
kloroform dan H2SO4 dan terdapat fluoresensi.
BAB
II
DASAR
TEORI
A. Lemak
Lemak
merupakan salah satu kelompok yang termasuk golongan lipida. Salah satu sifat
yang khas dari golongan lipida (lemak dan minyak). Lemak merupakan salah satu zat gizi
yang sangat diperlukan oleh tubuh kita disamping zat gizi lain seperti
karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Lemak merupakan salah satu sumber
energi yang memberikan kalori paling tinggi.Satu gram minyak atau lemak dapat
menghasilkan 9 kkal, sedangkan karbohidrat dan protein hanya menghasilkan 4
kkal/gram. Minyak atau lemak nabati mengandung asam-asam lemak esensial seperti
asam linoleat, linolenat, dan arakidonat yang dapat mencegah penyempitan
pembuluh darah akibat penumpukan kolesterol. Minyak dan lemak juga berfungsi
sebagai sumber dan pelarut bagi vitamin-vitamin A, D, E dan K. Dalam pengolahan
bahan makanan, minyak dan lemak berfungsi sebagai media penghantar panas,
seperti minyak goreng, shortening (mentega putih), lemak (gajih),
mentega dan margarin. Penambahan lemak dimaksudkan juga untuk menambah kalori
serta memperbaiki tekstur dan cita rasa bahan pangan.
Lemak merupakan senyawa
organik yang tidak larut dalam air, tetapi larut dalam eter, kloroform, benzene
atau alcohol. Lemak terdiri atas rantai panjang dengan ikatan hidrokarbon
alifatik dan bersifat hidrofobik (Karmana, 2008 : 159).
Berdasarkan komposisi
kimianya, senyawa lemak dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu lemak sederhana,
lemak campuran, dan derivat lemak.
a. Lemak Sederhana
Lemak sederhana tersusun oleh trigliserida, yang
terdiri dari satu gliserol dan tiga asam lemak. Contoh senyawa lemak sederhana
adalah lilin, malam atau plastisin (lemak sederhana yang padat pada suhu
kamar), dan minyak (lemak sederhana yang cair pada suhu kamar).
b. Lemak Campuran
Lemak campuran merukpakan lemak gabungan antara lemak
dengan senyawa bukan lemak seperti fosfat, protein, dan glukosa. Misalnya,
lipoprotein yang merupakan gabungan antara lipid dengan protein, fosfolipid yang
merupakan gabungan antara lipid dan fosfat, serta fosfatidilkolin (yang
merupakan gabungan anatara lipid, fosfat, dan kolin).
c. Derivat Lemak
Derivat lemak merupakan senyawa yang dihasilkan dari
proses hidrolisis lipid. Misalnya kolesterol, asam lemak, kolesterol, dan
gliserol. Kolesterol merupakan komponen utama pada membran sel hewan dan juga
merupakan precursor (senyawa pemula) untuk membuat hormon steroid, seperti
kortikosteroid dan hormon seks. Bahan makanan sumber kolesterol di
antaranya daging sapi, unggas, ikan, telur, dan produk susu.
Kolesterol juga terdapat pada hampir semua sel hewan dan semua manusia.
Kolesterol pada tubuh manusia terdapat dalam darah, empedu, kelenjar adrenal
bagian luar, dan jaringan syaraf. Kolesterol termasuk dalam klasifikasi lipid
sehingga memiliki sifat fisik dan kimia sama seperti lemak. Sifat fisik
kolesterol di antaranya memiliki bau amis yang disebabkan oleh terbentuknya
trimetilamina dari lecitin, bobot jenis kolesterol biasanya ditentukan pada
temperatur kamar, memiliki indeks bias yang digunakan pada pengenalan unsur
kimia serta pengujian kemurnian lipid. Selain itu kolesterol dapat larut dalam
pelarut lemak, misalnya eter, kloroform, benzena, dan alkohol panas. Apabila
terdapat dalam konsentrasi tinggi, kolesterol mengkristal dalam bentuk kristal
yang tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau, dan mempunyai titik lebur
150-151 °C. Sifat
kimia kolesterol yaitu dapat mengalami esterifikasi dan hidrolisis.
Di dalam laboratorium, untuk mengidentifikasi
kandungan karbohidrat dalam suatu makanan, dapat dilakukan dengan cara
meneteskan bahan makanan ke kertas minyak. Apabila terdapat lemak maka kertas
minyak tersebut akan terlihat transparan. Selain itu, dapat digunakan campuarn
bahan makanan, etanol, dan air. Apabila makanan tersebut mengandung lemak, maka
akan timbul emulsi putih pada campuran bahan makanan tersebut.
B. Uji
Salkowski
Uji Salkowski merupakan uji kualitatif yang dilakukan untuk
mengidentifikasi keberadaan kolesterol. Jika sterol dengan konfigurasi tidak jenuh di dalam molekulnya
direaksikan dengan asam kuat dalam kondisi bebas air, maka akan memberikan
warna yang khas. Reaksi positif yang menandakan adanya kolesterol untuk uji
Salkowski yaitu timbul warna merah dibagian kloroform sedangkan dibagian asam
berwarna kuning dengan florosensi hijau bila dilihat dengan sinar refleksi.
Kolesterol dilarutkan dengan kloroform anhidrat lalu dengan volume yang sama
ditambahkan asam sulfat. Penambahan asam sulfat pekat berfungsi sebagai pemutus
ikatan ester lipid. Reaksi yang terjadi ketika kolesterol dalam kloroform
ditambahkan asam sulfat pekat dapat dilihat pada gambar 5.
Kolesterol + H2SO4 pekat → Pemutusan ikatan
ester lipid
Gambar 5 Pemutusan ikatan ester lipid pada kolesterol
BAB
III
METODOLOGI
PERCOBAAN
A.
Jenis
Percobaan
Jenis
percobaan yang digunakan dalam praktikum ini adalah observasi (pengamatan). Hal
ini dikarenakan pratikum ini tidak menggunakan variabel yang dapat
dimanipulasi.
B.
Waktu
dan Tempat Percobaan
1. Waktu
Pelaksanaan Pratikum
a) Hari : Jum’at
b) Tanggal : 22 Mei 2015
c) Waktu : pukul 07.00 – 09.00 WIB
2. Tempat
Pelaksanaan : Laboratorium Sains FMIPA UNESA Ketintang Surabaya
C.
Alat
dan Bahan
Alat :
1. Tabung
Reaksi 2 buah
2. Rak
tabung reaksi 1
buah
3. Pipet
tetes 3
buah
Bahan
:
1. Larutan
H2SO4 4
ml
2. Kloroform
3. Kuning
Telur 2 ml
4. Margarine 2 ml
D.
Langkah
Percobaan
1. Menyiapkan
alat dan bahan yang dibutuhkan dala percobaan ini.
2. Mengambil
sampel makanan (kuning telur dan margarine) yang mengandung kolesterol,
masing-masing dimasukkan ke dalam tabung reaksi sebanyak 2 ml.
3. Mengukur
larutan H2SO4 sebanyak 2 ml dengan menggunakan gelas
ukur.
4. Memasukkan
larutan H2SO4 ke dalam masing-masing tabung reaksi yang
berisi dengan sampel makanan.
5. Mengamati
perubahan warna yang terjadi.
BAB
IV
DATA
DAN ANALISIS
A.
Data
Tabel Hasil Pengamatan
|
Sampel
Larutan
|
Warna
|
|
|
Sebelum
(sampel larutan dalam kloroform)
|
Sesudah
(sampel larutan dalam kloroform + H2SO4)
|
|
|
Margarin
|
Kuning
|
Terbentuk 3 lapisan, yaitu
- Tidak
berwarna
- Merah
bata
- Kuning
|
|
Kuning
Telur
|
Kuning
|
Terbentuk 3 lapisan, yaitu
- Kuning
jernih
- Merah
- Kuning
Tua
|
B.
Analisis
Percobaan Salkowski pada sampel
makanan yang terkandung didalamnya larutan kolesterol sebanyak 0,5% (sampel
makanan dalam kloroform anhidrat). Sampel makanan yang akan diidentifikasi adalah
kuning telur dan margarin. Sampel makanan diambil sebanyak 2 ml kemudian
dimasukkan kedalam tabung reaksi dan ditambahkan larutan asam sulfat sebanyak 2
ml, kemudian diamati perubahan warna yang dihasilkan dari pencampuran sampel
makanan dalam kloroform anhidrat dan larutan asam sulfat tersbeut. Pada data
diatas dapat diketahui bahwa margarin dalam kloroform anhidrat warnanya kuning,
setelah ditambahi dengan larutan H2SO4 sebanyak 2 ml
didapati terdapat 3 lapisan yaitu secara berrutan dari atas lapisan pertama
tidak berwarna, kemudian merah bata, dan lapisan terakhir yaitu warna kuning
tua. Untuk sampel makanan kuning telur dalam kloroform anhidrat berwarna
kuning, setelah ditambahi dengan larutan H2SO4 didapati
tiga lapisan yaitu lapisan paling atas berwarna kuning jernih, lapisan kedua
yaitu merah, dan lapisan paling bawah yaitu kuning tua.
C.
Pembahasan
Percobaan ini menggunakan uji
salkowski untuk mengetahui adanya kolsterol dalam minyak atau lemak dalam
sampel yang diuji. Uji Salkowski, bila sterol dengan konfigurasi tidak jenuh di
dalam molekulnya direaksikan dengan asam kuat dalam kondisi bebas air, maka
akan memberikan warna yang karakteristik. Warna yang dihasilkan bervariasi
dengan kondisi percobaan. Reaksi positif yang menandakan adanya kolesterol
untuk uji Salkowski yaitu timbul warna merah dibagian kloroform sedangkan
dibagian asam berwarna kuning dengan florosensi hijau bila dilihat dengan sinar
refleksi. Kolesterol dilarutkan dengan kloroform anhidrat lalu dengan volume
yang sama ditambahkan asam sulfat. Penambahan asam sulfat pekat berfungsi
sebagai pemutus ikatan ester lipid. Hasil dari percobaan ini, sampel makanan
dalam kloroform anhidrat yang ditambahi asam sulfat terbentuk tiga lapisan
(fase). Kemudian akan tampak fluorescenci kuning. Dalam percobaan ini, akan
terbentuk warna sebagai berikut :
1. Warna
merah kebiruan sampai merah cerah dan ungu (purple), merupakan hasil dari
reaksi antara kloroform dan kolesterol yang berupa kolestadiena.
2. Fluoresensi
hijau, merupakan hasil reaksi antara kolestadiena dan asam sulfat yang berupa
asam sulfonat.
3. Kuning,
merupakan sisa asam sulfat yang tidak terdapat kolestrol dalam larutan
tersebut yang ditandai dengan adanya
fluorens kuning setelah dreaksikan dengan asam sulfat.iereaksi.
Pada bagian kloroform terbentuk warna merah dan
pada lapisan asam terbentuk warna kuning. Hal ini menunjukkan reaksi positif (
terdapat kolesterol ).
BAB
V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Percobaan
salkowski digunakan untuk mengetahui adanya kolesterol dalam
minyak atau lemak dalam sampel yang diuji. Metode atau prinsip kerja uji
salkowski ini adalah sampel makanan dalam kloroform anhidrat dicampurkan dengan
larutan asam sulfat. Pada percobaan ini, sampel makanan margarin terbentuk tiga
lapisan, secara berurutan dari atas yaitu lapisan tidak berwarna, merah bata,
dan kuning tua. Untuk percobaan kedua yaitu dengan sampel makanan, kuning telur
didapati tiga lapisan yaitu secara berurutan dari atas lapisan dengan warna
kuning jernih, merah, dan kuning tua Percobaan ini sesuai dengan teori
terbentuk cincin coklat yang menunjukkan terjadinya reaksi antara kolesterol
dengan asam sulfat dikedua sampel makanan yaitu margarin dan kuning telur.
B.
Saran
Sebagai
pratikan seharusnya lebih teliti dalam mengambil sampel makanan dan atau
larutan asam sulfat dengan menggunakan pipet tetes, jangan sampai terjadi
kontaminan. Sebagai laboran, menyediakan alat dan bahan yang lebih sesuai
dengan yang dibutuhkan tiap kelompok. Hal ini memungkinkan tidak adanya
kontaminan terhadap bahan yang akan di uji coba.
DAFTAR PUSTAKA
Sekar
Larasati, Annisa. 2013. Analisis
Kandungan Zat Gizi Makro dan Indeks Glikemik Snack Bar Beras Warna sebagai
Makanan Selingan Penderita Nefropati Diabetik (SKRIPSI). Semarang. (online)
eprints.undip.ac.id/41802/1/539_ANNISA_SEKAR_LARASATI_G2C009030.pdf. Diakses
pada 25 Mei 2015
Raharja, Diana. 2013. Laporan Praktikum Biokimia (online). Tersedia di: https://kimiakimi.files.wordpress.com/.../isi-lipid-ii.doc.
Diakses pada: 23 Mei 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar